Keterkaitan
Antara Matematika Dan Islam
Assalamu'alaikum
Wr. Wb.
Artikel ini tentang keterkaitan atau hubungan matematika
dengan islam.
Jadi rumus apa yang ada dalam matematika di kaitkan dengan Alqur'an.
Dari hasil musyawarah kelompok kami di dapat penjelasan keterkaitan matematika dengan islam sbb:
Silahkan dibaca..
Jadi rumus apa yang ada dalam matematika di kaitkan dengan Alqur'an.
Dari hasil musyawarah kelompok kami di dapat penjelasan keterkaitan matematika dengan islam sbb:
Silahkan dibaca..
1. RELASI
Pada matematika simbol X dan Y, biasanya digunakan untuk penyimbolan pada fungsi maupun himpunan, X untuk daerah asal (domain) dan Y daerah kawan (kodomain).
Pada matematika simbol X dan Y, biasanya digunakan untuk penyimbolan pada fungsi maupun himpunan, X untuk daerah asal (domain) dan Y daerah kawan (kodomain).
Disini saya akan menggunakan
simbol X dan Y untuk menyimbolkan laki – laki dan Perempuan.
Berikut ini akan dipaparkan
beberapa kesamaan antara agama Islam dan Matematika secara satu persatu.
Relasi berasal dari kata
bahasa Inggris relation yang berarti hubungan. Dalam dunia
Islam hubungan antara umat islam dengan umat islam yang lain (yang saya maksud
disini antara pria dan wanita yang belum menikah) selama tidak menimbulkan
fitnah dan tidak keluar dari jalur syariat maka diperbolehkan, bahkan bergaul
dengan umat yang berbeda agamapun diperbolehkan. Dengan kata lain adalah
hubungan yang sehat, tidak saling bertukar virus lewat cairan dan sebagainya.
Tiap orang boleh berteman dengan satu orang, dua orang dan banyak orang tidak
dibatasi.
Bahkan seseorang dapat
memilih untuk tidak bergaul dengan orang lain (mungkin orang yang akan diajak
bergaul,tersebut membawa pengaruh buruk dalam lingkungan)
Seperti yang diterangkan
dalam QS Al Insaan ayat 24 :
Maka Bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.( QS.Al Insaan: 24)
Dalam matematika juga
terdapat istilah Relasi yang artinya tidak jauh beda dengan arti relasi di
atas.
Semisal ada himpunan
X={1,2,3,4} dan Y= {a,b,c}
Salah satu relasi yang
dapat dibuat dari X dan Y dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Contoh relasi disamping
menghubungkan antara sebagian anggota X ke sebagian anggota Y, yaitu 1 dengan
a, 2 dengan b,2 dengan c, 4 dengan a,dan 4 dengan c.
Jadi relasi dalam
matematika tidak membatasi anggota X dalam menjalin hubungan dengan anggota Y,
boleh hanya satu relasi, dua relasi, tiga relasi, dan bahkan tidak melakukan
hubungan pun juga diperbolehkan.
Dapat disimpulkan, relasi
dalam Islam dan relasi dalam matematika mempunyai persamaan.
Seperti yang diterangkan
Dalam Alqur'an :
yang artinya:
Hai manusia, Sesungguhnya
kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha Mengenal.
dan
Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan
dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah
memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah
kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama
lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan Mengawasi kamu. ( QS Annisaa' : 1)
2.
STATISTIKA DESKRIPTIF
Statistika deskriptif
adalah bagian dari ilmu matematika yang berkaitan dengan pengumpulan dan
penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna, berkenaan
dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan atau disimpulkan baik
secara numerik (missal menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara
grafis (dalam bentuk tabel atau grafik) untuk mendapatkan gambaran sekilas
mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna. Statistika
deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data dan tidak pas digunakan
untuk mengambi keputusan.
Sebagai contoh, misalnya:
terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari anggota keluarga, yaitu Bapak, Ibu,
dan tiga anak. Setiap hari mereka rutin membaca AL Qur'an. Bapak biasa membaca
AL Qur'an 30-60 ayat/hari, ibu biasa membaca AL Qur'an 45-100 ayat/hari, anak
pertama biasa membaca AL Qur'an 20-50 ayat/hari, anak kedua biasa membaca AL
Qur'an 10-30 ayat/hari, dan anak yang terakhir hanya mampu membaca maksimal
5-10 ayat/hari karena ia masih dalam proses belajar membaca AL Qur'an.
Amalan-amalan yang
dilakukan oleh keluarga diatas bisa di sajikan dalam tabel seperti dibawah ini:
|
No
|
AnggotaKeluarga
|
Jumlahayat
|
Rata-rata
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Bapak
Ibu Anak pertama Anak kedua Anak ketiga |
30-60
45-100
20-50
10-30
5-10
|
45
72.5 35 20 7.5 |
Dalam kehidupan sehari-hari
selama di dunia segala tindakan atau perbuatan manusia baik kebaiakan maupun
keburukan selalu dicatat oleh malaikat yang bertugas mencatat amal baik dan
amal buruk yaitu malaikat rakib dan atib. Dan setiap orangpun belum tentu
memiliki amalan-amalan yang sama dalam kesehariannya.Kemudian catatan
amalan-amalan itu dikumpulkan sampai pada hari kiamat. Dan pada saat seluruh
manusia dikumpulkan di yaumul mahsyar, catatan amalan-amalan perbuatan itu
dibuka kembali dan diperlihatkan kepada semua manusia tentang amalan perbuatan
mereka selama hidup didunia.
Hal ini sesuai dengan
firman Alloh dalam surat AL Mujadilah ayat 6,yang Artinya
29. Dan segala sesuatu
Telah kami catat dalam suatu kitab[1548].
[1548] yang dimaksud dengan
kitab di sini adalah buku catatan amalan manusia.
3. KONSEP LIMAS SEGI ENAM
DALAM ISLAM
Di dalam matematika kita mengenal bangun ruang limas segi enam yang memiliki
alas berbentuk segi enam dan memiliki sisi tegak yang berbentuk segi tiga serta
dalam Islam kita mengenal rukun iman yang terdiri dari enam point. Bila kita
lihat, keduanya saling berhubungan. Perhatikan gambar barikut
ini .
T = Iman
B =
Beriman kepada Malaikat
C =
Beriman kepada Kitab-Kitab Allah
D =
Beriman kepada Para Rasul
E =
Beriman kepada Hari Akhir
F =
Beriman kepada Takdir Allah
Dari gambar di atas limas segi enam mempunyai tujuh titik
sudut yaitu ABCDEF.T, T adalah titik puncak suatu limas segi enam yang
dimisalkan sebagai iman seseorang. Tanpa bermaksud untuk menyetarakan kedudukan
Allah dengan rukun-rukun iman yang lain, pokok bahasan ini akan membahas
pentingnya rukun iman sebagai pondasi iman seseorang. Sebelum kita membahas
rukun-rukun iman, sebaiknya kita mengerti dulu apa itu pengertian iman.
Kata iman berasal dari bahasa arab yang
artinya percaya. Menurut ilmu Tauhid iman didefinisikan sebagai membenarkan
dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan tindakan.
Di
dalam agama Islam limas Segi enam merupakan gambaran dari rukun iman yang
terdiri dari enam hal yaitu,
1.Iman kepada Allah SWT
Iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu ada dengan segala sifat keagungan-Nya, mengucapkan atau mengikrarkan adanya Allah secara Islam, dan bersedia melakukan apa yang telah dibenarkan dengan hati dan diucapkan secara lisan sebagai konsekuensi keimanan seseorang.
1.Iman kepada Allah SWT
Iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu ada dengan segala sifat keagungan-Nya, mengucapkan atau mengikrarkan adanya Allah secara Islam, dan bersedia melakukan apa yang telah dibenarkan dengan hati dan diucapkan secara lisan sebagai konsekuensi keimanan seseorang.
Perintah
beriman kepada Allah SWT merupakan perintah Allah kepada umat manusia.
Firman-Nya
dalam Al Quran :
Wahai
orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan
kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah
turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka
Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya.( QS An-Nisaa' : 136)
2.Iman kepada Malaikat
Iman kepada malaikat adalah yakin dan percaya dengan sepenuh hati bahwa malaikat merupakan makhluk Allah yang baik dan mendapatkan tugas masing-masing sesuai dengan perintah Allah SWT.
3.Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah menurunkan wahyu-Nya kepada para Rasul berupa kitab-kitab sebagai pegangan hidupnya dan umatnya.
2.Iman kepada Malaikat
Iman kepada malaikat adalah yakin dan percaya dengan sepenuh hati bahwa malaikat merupakan makhluk Allah yang baik dan mendapatkan tugas masing-masing sesuai dengan perintah Allah SWT.
3.Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah menurunkan wahyu-Nya kepada para Rasul berupa kitab-kitab sebagai pegangan hidupnya dan umatnya.
Kitab-kitab
yang wajib diimani dan diketahui ada 4 yaitu, Taurat, Zabur, Injil, Al Quran.
4.Iman
kepada Rasul Allah
Iman
kepada Rasul Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa rasul adalah orang
yang telah menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada umatnya agar
mereka beriman, selamat dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
5.
Iman kepada Hari Akhir
Iman
kepada hari akhir adalah yakin dan percaya dengan sepenuh hati bahwa hari akhir
itu ada dan pasti akan datang.
6. Iman kepada Qadla dan Qadar
Iman
kepada qadla dan qadar adalah percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah
telah menciptakan segala sesuatu dan Dia telah menyuruh dan melarang.
Dari ke-enam hal
tersebut saling berhubungan untuk menuju ke titik T sebagai iman, karena
apabila kehilangan salah satu garis saja maka, bangun limas segi enam tersebut
tidak akan berdiri tegak. Hal ini sama saja dengan keimanan seseorang, karena
jika salah satu saja tidak terpenuhi maka, keimanan seseorang tidak akan
sempurna.
4. KEHIDUPAN DUNIA PENENTU KEBAHAGIAAN DI AKHIRAT
Kehidupan manusia adalah cermin dari keputusan yang telah dibuatnya. Terjadinya bencana banjir, longsor, dan fenomena sosial lainnya yang terjadi di beberapa kota, merupakan sebagian contoh dari buah keputusan yang telah diambil kita sebelumnya. Prinsip ini, harus benar-benar kita sadari dan pahami dalam setiap langkah kita hidup di dunia. Bila tidak, maka siap-siap kesengsaraan dan kerugian menyelimuti kita. Seperti dalam firman Allah dalam surat Al-Hasyr 18 :
"Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Ayat dan keterangan diatas erat kaitannya
dengan ilmu matematika, yaitu tentang refleksi. Oleh karena itu, terlebih
dahulu akan dijelaskan tentang refleksi dalam ilmu matematika. Berikut
pengertian dari refleksi dalam ilmu matematika:
Perhatikan gambar dibawah ini :
Gambar di samping merupakan contoh refleksi yang sering
anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah bangunan direfleksikan oleh
danau. Gambar bangunan di bawah permukaan air merupakan bayangan dari bangunan
di daratan tepi danau.
Refleksi merupakan salah satu jenis transformasi. Untuk
melakukan suatu refleksi diperlukan sumbu refleksi atau sumbu simetri atau
garis refleksi atau garis cermin.
Pada gambar di bawah, ABC dengan titik sudut A(5, 1),
B(6,5 , 2), dan C(3, 3) direfleksikan terhadap garis x = 3. Bayangannya adalah
?A'B'C' dengan A'(1,1), B'(-0,5 , 2), dan C(3,3).
Perhatikan bahwa pada suatu refleksi ukuran bangun tidak
berubah dan titik pada bangun yang terletak pada sumbu refleksi tidak berpindah
letaknya. Titik C pada gambar di atas berimpit dengan titik C'. Jadi titik C
dan bayangannya merupakan titik yang sama.
Dalam ajaran islam,
kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang berkekalan dan tiada berkesudahan.
Ganjaran dan balasan di akhirat sangat setimpal dengan amalan setiap
makhluknya. Ini adalah bukti keadilan Allah SWT. Sesungguhnya kehidupan akhirat
itu berkait rapat dengan kehidupan kita semasa di dunia ini. Jika amalan kita
soleh, maka sejahtera dan berbahagialah kita di akhirat kelak. Tetapi sekiranya
amalan kita buruk, maka derita dan sengsaralah kita.
Firman Allah dalam surat Al-Israa' 72 :
"Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini,
niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari
jalan (yang benar)."
Firman Allah dalam surat Al-Qashash 84 :
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan,
maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa
yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada
orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan
apa yang dahulu mereka kerjakan."
Menurut pengertian refleksi
diatas, kehidupan di akhirat adalah cerminan atau refleksi dari kehidupan
manusia didunia. Yang barang siapa menanam kebaikan di dunia, maka kebaikan
pula yang akan kita petik di akhirat. Begitu pula sebaliknya, barang siapa
menanam keburukan di dunia, maka keburukan pula yang akan kita petik di
akhirat.
5. HUBUNGAN PHI DENGAN AL-QUR'AN
Bagi orang muslim, Al-Qur'an adalah salah satu kitab suci
yang memiliki semua rahasia kehidupan. Dalam posting ini, saya akan membahas
salah satu ilmu pengetahuan yang ada di dalam Al-Qur'an yang mungkin tidak
diketahui semua orang, yaitu hubungan antara thawaf dengan ka'bah.
Thawaf merupakan salah satu rukun haji, yaitu
mengelilingi ka'bah.
Firman Alloh SWT yang artinya:
29. Kemudian, hendaklah
mereka menghilangkan kotoran[987] yang ada pada badan mereka dan hendaklah
mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka[988] dan hendaklah mereka melakukan
melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
[987] yang dimaksud dengan
menghilangkan kotoran di sini ialah memotong rambut, mengerat kuku, dan
sebagainya.
[988] yang dimaksud dengan
Nazar di sini ialah nazar-nazar yang baik yang akan dilakukan selama ibadah
haji.
Dari 'Aisyah : " Bahwasaanya Nabi SAW ketika sampai
di Makkah, adalah pekerjaan yang mula-mula beliau kerjakan, ialah mengambil air
sembahyang kemudian beliau Thawaf". Riwayat Bukhari dan Muslim.
Sebagaimana kita ketahui, thawaf adalah berjalan keliling
yang membentuk lingkaran dan dilakukan sebanyak tujuh kali.
Sabda Rosululloh SAW :
Dari jabir : " Bahwasannya Nabi besar SAW, tatkala
sampai mekah telah mendekatkan ke hajar aswad, kemudian beliau sapu hajar aswad
itu dengan tangan beliau , kemudian beliau berjalan ke sebelah kanan beliau ;
berjalan cepat tiga kali berkeliling dan berjalan biasa empat kali
berkeliling". Riwayat Muslim dan Nasai.
Dari Abu Huraira, bahwasannya ia telah mendengar Nabi SAW
bersabda : "Barang siapa berkeliling ka'bah tujuh kali dan ia tidak
berkata selain dari : Maha Suci Alloh dan segala puli bagi Alloh, tidak ada
Tuhan yang patut disembah kecuali Alloh, Alloh Maha Besar dan tidak ada daya
upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh. Orang yang membaca kalimat
tersebut, dihapuskan dari padanya sepuluh kejahatan, dan dituliskan sepuluh
kebaikan dan diangkat derajatnya sepuluh tingkat ". Riwayat Ibnu Majah.
Didalam rumus luasan atau
kelilling lingkaran selalu digunakan alat ukur yang disebutphi yang
besarnya .
Angka 22 dan 7 mempunyai
korelasi dengan ibadah haji dan rukun thawaf. Surah yang artinya haji adalah
Suarh ke- 22 yaitu Al-Hajj.
Thawaf membentuk lingkaran
sebanyak tujuh kali. Lihat kombinasi angkanya = 22 dan 7.
Persis sama dengan phi lingkaran yaitu .
6. DIAGRAM VENN
Dalam suatu diagram venn terdapat
bagian-bagian. Didalamnya terdiri dari himpunan- himpunan dan didalam himpunan
tersebut terdapat elemen-elemen. Himpunan-himpunan dalam diagram venn yang
merupakan himpunan semua obyek dari suatu pembicaraan disebut himpunan semesta.
Konsep diagram venn tersebut
dapat kita aplikasikan dalam kehidupan manusia. khususnya untuk orang islam,
karena di mata Allah SWT terdapat beberapa golongan sesuai dengan tingkat
keimanannya. Yakni mutaqin, mukhsin, mukmin, muslim, dan kafir. Diagram venn
tersebut dapat digambarkan:
Keterangan:
S = Orang islam
M1: Muttaqin
M2 : Mukhsin
M3 : mukmin
M4 : Muslim
K : Kafir
·
Dari gambar diagram venn tersebut dapat
dijelaskan bahwa di mata Allah SWT orang islam dibagi dalam beberapa golongan
sesuai dengan tingkat keimanannya. Yakni: muttaqin, mukmin, mukhsin, muslim dan
kafir. Dimana orang islam paling sempurna ialah apabila ia telah mencapai
tingkatan Muttaqin.
·
Muslim adalah orang yang telah bersyahadat,
serta telah berserah diri dan dalam hal ini berpasrah kepada tuhan.
·
Mukmin adalah seorang muslim yang istiqomah
atau konsisten dan berpegang teguh kepada nilai kebenaran,sampai pada hal-hal
yang terkecil
·
Mukhsin adalah
·
Muttaqin adalah orang yang setiap
perbuatannya sudah merupakan perwujudan dari komitmen iman dan moralnya yang
tinggi.
Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa' ayat
88
" Maka mengapa kamu
(terpecah) menjadi dua golongan[328] dalam (menghadapi) orang-orang munafik,
Padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha
mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang
telah disesatkan Allah[329]? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali
kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya"
[328] Maksudnya: golongan
orang-orang mukmin yang membela orang-orang munafik dan golongan orang-orang
mukmin yang memusuhi mereka.
[329] Disesatkan Allah
berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami
petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau
memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka
itu menjadi sesat.




